Ramai-Ramai Negara Warning Artificial Intelligence, Ada Apa?

SUQIAN, CHINA - JANUARY 30, 2023 - Illustration: ChatGPT, Suqian, Jiangsu, China, 30 January 2023. ChatGPT has been banned in New York schools. Google, Meta and others are under pressure to speed up AI development and deployment. (Photo credit should read CFOTO/Future Publishing via Getty Images)

Para menteri digital negara Group of Seven (G7) pada hari Minggu (30/4/2023) lalu menyepakati negara mereka harus mengadopsi peraturan “berbasis risiko” pada kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Ini seiring dengan anggota parlemen Eropa yang bergegas memperkenalkan Undang-Undang AI untuk menegakkan aturan pada alat AI yang sedang berkembang seperti ChatGPT.

Tetapi peraturan semacam itu juga harus “melestarikan lingkungan yang terbuka dan memungkinkan” untuk pengembangan teknologi AI dan didasarkan pada nilai-nilai demokrasi. Hal itu dinyatakan para menteri G-7 dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan usai pertemuan selama dua hari di Jepang.

Para menteri mengakui bahwa instrumen kebijakan untuk mencapai visi dan tujuan bersama dari AI dapat bervariasi di seluruh anggota G-7. Tetapi, perjanjian tersebut dinilai akan menetapkan tonggak bagi negara-negara besar dalam mengatur AI di tengah masalah privasi dan risiko keamanan.

“Kesimpulan dari pertemuan G-7 ini menunjukkan bahwa kami jelas tidak sendirian dalam hal ini,” kata Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa Margrethe Vestager menjelang kesepakatan tersebut kepada Reuters, dikutip dari CNBC Senin (1/1/2023).

Pemerintah secara khusus memperhatikan popularitas alat AI generatif seperti ChatGPT, sebuah chatbot yang dikembangkan oleh OpenAI-nya Microsoft. Sejak peluncurannya pada November lalu, ChatGPT telah menjadi aplikasi dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah.

“Kami berencana untuk mengadakan diskusi G-7 di masa depan tentang AI generatif yang dapat mencakup topik seperti tata kelola, bagaimana melindungi hak kekayaan intelektual termasuk hak cipta, mempromosikan transparansi, mengatasi disinformasi,” termasuk manipulasi informasi oleh pasukan asing, kata pernyataan menteri tersebut.

Italia, anggota G-7, menjadikan ChatGPT offline bulan lalu untuk menyelidiki potensi pelanggaran aturan data pribadinya. Sementara Italia mencabut larangan tersebut pada hari Jumat (28/4/2023), langkah tersebut telah menginspirasi sesama regulator privasi Eropa untuk meluncurkan penyelidikan.

Anggota parlemen UE pada hari Kamis mencapai kesepakatan awal tentang draf baru Undang-Undang AI yang akan datang, termasuk langkah-langkah perlindungan hak cipta untuk AI generatif, menyusul seruan bagi para pemimpin dunia untuk mengadakan pertemuan puncak untuk mengendalikan teknologi tersebut.

Vestager, kepala regulasi teknologi UE, mengatakan blok tersebut akan memiliki kesepakatan politik tahun ini tentang undang-undang AI. Seperti kewajiban pelabelan untuk gambar atau musik yang dihasilkan AI, untuk mengatasi risiko hak cipta dan pendidikan.

Sementara itu, Jepang yang merupakan ketua G-7 tahun ini, telah mengambil pendekatan akomodatif pada pengembang AI, menjanjikan dukungan untuk adopsi AI publik dan industri.

Jepang berharap agar G-7 menyetujui tata kelola yang gesit atau fleksibel, daripada regulasi preemptive dan catch-all terhadap teknologi AI. Hal ini disampaikan menteri industri Yasutoshi Nishimura pada hari Jumat menjelang pembicaraan tingkat menteri.

“Menjeda (pengembangan AI) bukanlah respons yang tepat – inovasi harus terus berkembang tetapi dalam batasan tertentu yang harus ditetapkan oleh demokrasi,” kata Jean-Noel Barrot, Menteri Transisi Digital Prancis.

Ia menambahkan Prancis akan memberikan beberapa pengecualian untuk pengembang AI kecil di bawah peraturan UE yang akan datang.

Selain masalah kekayaan intelektual, negara-negara G-7 mengakui adanya risiko keamanan.

“AI generatif… menghasilkan berita palsu dan solusi yang mengganggu masyarakat jika data yang dibuatnya palsu,” kata menteri digital Jepang Taro Kono dalam konferensi pers setelah kesepakatan itu.

Pejabat teknologi tinggi dari G-7, yakni Inggris, Kanada, Uni Eropa, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat bertemu di Takasaki, sebuah kota sekitar 100 km barat laut Tokyo, sesudah pertemuan antara para menteri energi dan luar negeri bulan ini.

Jepang akan menjadi tuan rumah KTT G-7 di Hiroshima pada akhir Mei, di mana Perdana Menteri Fumio Kishida akan membahas aturan AI dengan para pemimpin dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*